PRODUCT


Kami sediakan halaman ini untuk produk yang tersedia atau bisa dipesan.

We provide this page for products that are available or can be ordered

WHEELS

TIRES

ACCESSORIES

 

Michelin Pilot Sport 4S Test at Abu Dhabi

Permaisuri adalah salah satu dari empat dealer Michelin di Indonesia yang mendapatkan pengalaman yang menarik untuk mengikuti Michelin Passion Day 2017 pada tanggal 20 April 2017 lalu di sirkuit Yas Marina, Abu Dhabi. "Bukan jalan-jalan dan bersenang-senang di lintasan balap, justru disini posisi kita sebagai dealer diberikan kesempatan untuk merasakan dan membandingkan produk terbaru dari Michelin, sehingga apa yang kami sampaikan ke end user adalah suatu experience yang didapatkan dari lapangan, bukan hanya berdasarkan brosur yang disediakan oleh pabrik." tutur Wibowo Santosa mewakili Permaisuri.

Michelin dikenal dengan aktivitasnya di dunia motorsport "Never Resting... It's In Our DNA" adalah slogan Michelin dalam development, Lemans, Formula Electric, dan World Rally Championship, dukungan mereka secara terus menerus terhadap dunia motorsport menghasilkan ban-ban performa tinggi untuk jalan raya, Formula Electric adalah salah satu yang sangat berkontribusi terhadap pengembangan trah Pilot Sport, karena pada Formula Electric memang ban yang digunakan adalah ban untuk spesifikasi jalan raya, memiliki desain telapak dan compound yang identik dengan Pilot Sport.

Pada kesempatan kali itu Wibowo Santosa mencoba beberapa mobil yang disediakan oleh Michelin, tentunya dari semua karakter ban, dimulai dari Formula 4 bertenaga 185HP namun memilik berat hanya 450KG yang menggunakan ban full slick,

Renault Clio Touring Car bertenaga 220hp dan berat 1000kg, dengan akselerasi 0-100km/h hanya 4 detik yang menggunakan Pilot Super Cup,

dan pengetesan run and stop dan manuver dengan Mobil daily use VW Golf MKVII R yang menggunakan Pilot Sport 4S yang dikomparasi dengan Pirelli P-Zero, sebuah komparasi yang menarik dimana kedua ban tersebut adalah primadona pemilik mobil-mobil sport dan mewah di Indonesia.

Pemilihan mobil tersebut oleh Michelin bermaksud untuk menjelaskan tyre design conflict perbedaan karakter antara ban balap dan ban untuk penggunaan harian, dimana ban full racing slick memberikan daya cengkram yang maksimal namun memiliki compound yang lembut sehingga cepat habis, dan diharuskan berada di suhu tertentu untuk mencapai daya cengkram maksimal, tentunya ini tidak ideal untuk dipakai dikondisi jalan raya yang membutuhkan daya cengkram maksimal disetiap saat, dan full racing slick tidak akan baik untuk digunakan pada kondisi jalan yang basah karena tidak memiliki pola kembang pada telapak ban untuk membuang air.

Michelin Pilot Sport 4S ini memiliki balance karakter terbaik sejauh ini dibanding kompetitornya pada sesi pengetesan dalam lap time dengan kondisi kering, pengereman dalam kondisi basah dan kering dan dalam hal umur pemakaian normal.

Ini adalah hasil raport yang dikumpulkan Michelin dibanding dengan kompetitornya.

Tire braking performance pada kondisi jalan kering dari 100-0 PS4S menorehkan jarak 33,66M, diikuti oleh Continental Sportcontact lebih jauh +0,83M, Bridgestone Potenza S001+1,48M, Good Year Eagle F1 Asymmetric 3 +1,48M, Dunlop Sport Maxx RT2 +2,03M, dan Pirelli P Zero Nero GT sejauh +3,87M. Sementara itu PS4S memiliki selisih 1,08 meter dengan saudaranya Michelin Pilot Super Sport. Sementara untuk high safety level on wet surfaces, PS4S melakukan 27,73 meter pengereman dari 80 km/h terpaut 1,05 Meter dengan Pilot Super Sport.

Handling dibuktikan dengan Lap Time Performance dengan kondisi kering dengan track sepanjang 2.600M Pilot Sport 4S 1 menit 20.33 S, diikuti oleh Continental Sportcontact 6 +0.40S, Good Year Eagle F1 Asymmetric 3 +0.89S, Dunlop Sport Maxx RT2 +1.14S, Bridgestone Potenza S001 +1,=.31S, dan Pirelli P Zero Nero GT +1.39S, pengetesan dilakukan oleh external Michelin, adalah TUV SUD di bulan Juni dan Juli 2016 dengan ukuran ban 255/35/19.

Untuk jarak penggunaan dengan kondisi normal, PS4S berhasil mencapai jarak 52,032KM, sementara itu dibelakangnya ada Pirelli P-Zero Nero GT -2,602KM, Good Year Eagle F1 Asymmetric 3 -3,122KM, Dunlop Sport Maxx RT2 -9,886KM, Bridgestone Potenza S001 -18,732KM, dan Continental Sport Contact 6 -22,374KM.

Dari hasil ini Michelin bisa menyimpulkan bahwa PS4S adalah ban Best Balance of Performance on The Market. Namun apa yang membuat PS4S menjadi yang terbaik? karena inilah ban pertama yang di klaim Michelin menggunakan dua tipe compound yang berbeda, bagian luar telapak dekat sidewall menggunakan compound yang berbeda dengan bagian permukaan tengah ban untuk meningkatkan handling. Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana proses pembuatannya bisa membuat kombinasi compound yang berbeda?

Rahasianya adalah mesin dengan teknologi yang dinamakan C3M oleh Michelin, sebuah teknologi yang membuat ban seperti rol pemintal benang, dimana dengan cara seperti itu Michelin bisa memadukan komponen-komponen didalamnya sehingga tercipta 2 karakter personalitas dalam satu ban, perkasa di medan kering dan mampu mencengkram aspal di kondisi jalan basah, indikasi fisik untuk melihat hasil kerja mesin C3M paling mudah bisa dilihat pada bagian dalam ban dalam kondisi tidak terpasang, P4S sangat halus.

Excellent Steering Control, dynamic response technology, yang memadukan hybrid belt of aramid and nylon memastikan respon maksimal antara kemudi dengan aspal.

Dengan performa yang tidak diragukan lagi Michelin P4S dipercaya untuk menjadi ban standar lebih dari 200 mobil di dunia, sebut saja Ferrari GT4 Lusso 2017, Ferrari 812 Superfast, Mercedes AMG E63 2017, Mercedes AMG E43 2017, dan banyak lainnya.

Masih ragu untuk mengganti ban mobil anda dengan Michelin Pilot Sport 4S?

RELATED NEWS